Minggu, 03 Maret 2013

Tulip di Belanda itu.. saatnya mekar

Tiba di bulan Maret, saatnya tulip menampakkan keindahannya kepada dunia.. J
Bunga tulip yang menjadi salah satu simbol atas negeri Belanda akan mulai berbunga pada bulan Maret hingga Mei, yakni saat hadirnya musim semi di Belanda. Pada musim ini, Belanda menyuguhkan keindahan bunga tulip di berbagai sisi negeri tersebut, salah satunya di taman bunga Keukenhof.

Keukenhof adalah taman bunga raksasa seluas 32 hektar yang berada di Lisse, Belanda. Taman ini merupakan taman bunga terbesar di dunia hingga saat ini dan hanya dibuka pada saat musim semi, yakni pada 21 Maret hingga 20 Mei untuk tahun 2013 ini. Saat mulai dibuka, Keukenhof menggelar berbagai even tahunan, salah satunya adalah Tulip Show. Pada tahun ini, Tulip Show di Keukenhof akan di gelar pada tanggal 21-26 Maret. Sekitar 7 juta bunga subtropis akan bermekaran di taman ini setiap musim semi tiba, sejauh mata memandang terhampar bunga mekar berwarna-warni, dengan dominasi bunga tulip tentunya.

#Belanda, suatu saat aku kan datang dengan senyuman.. amin. J

Waktu.. mampu melahap kehidupan

Bayi itu..
tangisannya untuk kali pertama, telah membahagiakan orang-orang disekelilingnya
Balita itu..
setiap polah tingkahnya menarik perhatian, saat ia mulai merangkak..berdiri..berjalan..juga berceloteh
Anak kecil itu..
tatapnya penuh tanya dengan wajah polos dan ingin tahu, masih terheran-heran dengan berbagai fenomena disekelilingnya
Remaja itu..
mencari-cari jati dirinya..mencoba banyak hal baru yang penuh tantangan, memaknai kehidupan dengan pemahamannya
Orang dewasa itu..
sibuk dengan rutinitasnya, berjuang, menjalani hidup..bertahan
Orang tua itu..
penuh dengan kebijaksanaan, tutur katanya sarat makna dan nasihat
Si renta itu..
kesulitan bertumpu pada raganya sendiri, bau tanah..katanya
Tubuh yang terbujur itu..
Terbungkus kain kafan raganya.. sedang jiwanya kembali kepada pemiliknya yang hakiki.

Sabtu, 02 Maret 2013

Jejak Langkah Meretas Masa Depan

Masa lalu.. Menyisakan sesal.. mungkin, karena memang itulah yang bisa kita lakukan dengan masa lalu, menyesalinya. Sesal atas masa lalu sebenarnya merupakan hal yang wajar, malah bisa berarti sinyal positif. Bagaimana tidak, orang yang tidak pernah menyesali masa lalu berarti ia telah merasa puas dengan apa yang telah ia perbuat dari dulu hingga sekarang, bisa dikatakan hidup semacam itu bersifat stagnan. Lain halnya dengan orang yang punya sesal, ketika kita merasakan sesal atas beberapa atau banyak hal yang telah terjadi di masa lalu, maka kita akan punya kesempatan untuk melakukan perbaikan.
Namun jangan sampai kita berfokus pada rasa sesal berkepanjangan yang dapat membuat kita menjadi zombie di era seperti ini. Kita masih punya masa kini untuk dijalani, kita perlu berpikir.. bergerak.. bertindak.. bisa dengan cara menjabarkan poin-poin yang telah kita sesali atas apa yang pernah kita perbuat di masa lalu, lantas sebagai tindak lanjutnya kita bisa meramu bentuk-bentuk perbaikan apa yang akan kita lakukan di masa mendatang.
Jadikan masa lalu sebagai salah satu acuan kita untuk tidak melakukan kesalahan yang sama, jadikan masa kini sebagai pijakan, dan jadikan masa depan sebagai goal. Kita masih punya harapan atas masa depan yang patut kita perjuangkan.

Selasa, 18 September 2012

Rutinitas tanpa/bermakna?

Pada tiap sekat ruang, manusia melakukan bermacam aktivitas menyibukkan diri mengisi waktu. Mahasiswa misalnya, tiap harinya sibuk mengikuti perkuliahan serta mengerjakan tugas-tugas pasca perkuliahan di ruang kelas usai. Petani, menghabiskan waktunya seharian di sawah menggarap lahan. Ada yang mengisi waktunya seharian dengan dengan santai-santai, tatapan kosong tanpa asa, apa pula yang bingung hendak melakukan apa.

Ada satu pertanyaan mendasar yang sesekali perlu kita tanyakan pada diri kita masing-masing. Sudahkah kita memaknai semua rutinitas hidup yang kita lakukan tiap harinya? Untuk apa kita lakukan? Agar bisa bertahan hidup? Lalu? Sekadar menjalaninya begitu saja dengan mengayunkan kaki, melangkah, menuju apa yang sudah rutin kita lakukan?

Jangan biarkan waktu terus menggerus usia kita, tanpa kita sadar apa yang sudah kita lakukan selama ini, kenapa harus dilakukan dan untuk apa dilakukan? Hidupkan.. tak hanya raga kita, namun pikiran dan juga hati kita, satukan, maka akan menjadi harmoni kehidupan yang selaras. Kita paham tujuan hidup kita, apa saja target yang ingin dicapai, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai apa yang kita targetkan. 

Perju sejenak kita mereview apa yang sudah kita lakukan selama ini, sudah sesuaikah dengan tujuan akhir yang ingin kita raih? Atau malah kita belum punya tujuan hidup?

Jangan sisakan banyak penyesalan.. saat nafas terakhir beranjak menghampiri kita.


Sabtu, 01 September 2012

Kutipan Puisi RANGGA

dari film "ADA APA DENGAN CINTA"

Oleh: Rako Prijanto

 

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi… sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai

 

#mengenang bangku SMP#